“Apa yang anda lakukan nona ?.”
Park hyun bertanya kaget kearah jo anna,anak
majikannya. Jo anna terlihat putus asa sambil memandangi senjata api yang
tengah berada ditangannya
“AKu hanya mencoba untuk mengangkatnya, berat ataukah
ringan .”
Jawab Joanna cepat sambil tersenyum kecil
“Rupanya cukup berat “
Sambung jo anna lagi, kemudian membuka laci kecil
meja rias miliknya. Meletakkan senjata api itu kedalam lacinya dan menutup laci
itu kembali
“Kadang, aku berfikir .”
Jo anna berjalan mendekati park hyun, asisten
pribadinya sekaligus pengawal pribadinya itu
“Bagaimana jika senjata api itu tiba-tiba meletus
begitu saja kearahku ? apakah semuanya akan baik-baik saja ?.”
Tanya Jo anna dengan tatapan dingin
Park hyun tidak berkata apa-apa,dia hanya bisa
memandangi wajah jo anna dengan tatapan tanpa ekspresi
“Pernikahan itu, hanya tinggal beberapa waktu lagi,
tidak kurang atau lebih dari 40 hari lagi. Lalu apa yang harus aku lakukan ?
Bertahan dengan pria asing ini, atau lari dengan pria yang berbeda yang belum
tentu mencintai ku karena benar-benar menginginkanku, bisa jadi pria itu ingin
bersama ku hanya karena status taesan yang kusandang selama puluhan tahun ini
?.”
Jo anna kelihatan sangat putus asa, dia membuka
pakaian luarnya dihadapan park hyun, dia hanya mengenakan tank top mini
berwarna hitam dan celana jeans mini. Park hyun tetap tidak berkata apa-apa,
tanpa berani memandangi anak majikannya, dia berusaha untuk menoleh kearah lain
“Pergilah, aku ingin berendam sebentar sebelum pergi
ke taesan .”
Ucap jo anna cepat, kemudian beranjak menjauhi park
hyun menuju kearah kamar mandi pribadi miliknya, lantas menutup pintu kamar
mandinya begitu saja
Park hyun sama sekali tidak beranjak, dia berbalik
arah menatapi jo anna, seakan-akan khawatir jika-jika jo anna akan melakukan
hal-hal yang tidak diinginkan
Tiba-tiba Jo anna membuka kembali pintu kamr
mandinya, berjalan kembali kearah park hyun, berhenti sejenak tepat disamping
park hyun lalu berkata
“Pergilah, jangan khawatir. AKu bukan gadis ingusan
yang sudah ingin mati sekarang juga hanya karena keputusan presdir yang
tiba-tiba. Tentu saja aku masih ingin hidup lebih lama lagi, hingga aku bisa
tahu tentang kehidupan mu dimasa lalu, hyung .”
Hyung (kakak) begitu jo anna sering memanggil nama
park hyun jika dibelakang keluarga nya
Park hyun diam sesaat, jo anna mengambil handuk
miliknya yang ada diatas kursi kecil disudut ranjang nya. Berbalik arah kembali
menuju kamar mandinya. Park hyun membungkukkan tubuhnya pelan, kemudia berbalik
80` berjalan menjauhi jo anna dan segera keluar dari kamar itu
“Apa kehidupan mu dulu lebih baik dari kehidupan ku,
hyung ?.”
Jo anna berkata pelan sambil menatapi punggung park
hyun dengan tatapan aneh.
“Apa bibi begitu tersiksa dengan perlakuan ayah dan
nenek ?.”
Katanya lagi sambil menggenggam erat tangan bagian
kanannya
Ommo.....ini nih yang pantas memerankan karakter park hyun. siapa lagi kalo bukan uppa yang satu ini! Ingat sekali kesan luar biasanya dalam dorama nice guy, karena itu saat mencari sosok park hyun ternyata benar-benar bisa hadir dalam diri song jong ki.
:)
:)
“Apa pakaiannya sudah dikirim oleh perusahaan hwarang
? kenapa hanya ada 14 rancangan saja ?.”
Jo anna bertanya pada nonya seo dengan pandangan heran.dia adalah kepala
penanggung jawab di taesan fashion group
“Iya nona, 6 rancangan terakhir akan dikirimnya dalam
24 jam lagi, ada sedikit permasalahan yang terjadi hingga mereka harus menunda 4 rancangan yang lainnya .”
“lalu bagaimana dengan pagelaran busana nya nanti
malam ?Bukannya kita membutuhkan semua pakaian itu ?.”
Jo anna kelihatan tidak suka, dia mengacak-acak
dokumennya yang ada diatas meja
“Nona Marry sepertinya kesulitan dalam mencari bahan
yang kita inginkan, kabarnya dia sama sekali tidak bisa mendapatkan bahan itu
diluar negeri, bahkan dia terpaksa mengobrak-abrik pasar dangdaemun hanya untuk
mencari bahan dasar yang seperti nona inginkan. Hwarang kelihatannya sudah
berusaha keras untuk memenuhi permintaan
yang nona ajukan.”
Nyonya seo berusaha menjelaskan dengan detil alasan
kenapa hwarang sedikit terlambat mengirim rancangan pakaian musim panas kali ini
Jo anna mengangguk pelan, kemudian mencoba menelpon
seseorang
“Apa kalian sudah mendapatkan modelnya ?.”
Tanya jo anna melalui telepon kantornya
“Sudah nona, nona Hyo rin bersedia menjadi model
utamanya. Tapi sepertinya kita punya sedikit masalah .”
Terdengar sahutan dari ujung telepon
“Apa ?.”
Jo anna mengerutkan dahinya
“Dia punya jadwal pemotretan pukul 4 sore di
insandong, rasanya sedikit mustahil untuknya tiba tepat waktu dipagelaran
busana nanti malam. Dia mengeluh kenapa kita tidak membuat janji 1 bulan
sebelum ini !.”
“Kita akan mengatur jadwalnya ulang, minta seluruh
tim berkumpul diruang rapat dalam 10 menit lagi .”
“Iya, saya mengerti .”
Jo anna menutup ujung teleponnya, dia memenadangi
wajah nyonya seo dengan seksama, kemudian berkata
“Apa anda sudah menemukan info tentang wanita itu ?.”
Tanya jo anna tiba-tiba
“sudah, saya sudah mulai mendapatkan titik terang
tentang nya .”
Jo anna mengangguk “Baguslah, tolong percepat
perncariannya. Usahakan wanita itu bisa ku temui sebelum acara pernikahan ku
berlangsung .”
“Iya, saya mengerti nona .”
-----------------------------------------------------------
Jo anna berlarian kecil menuju kerumah sakit,
wajahnya kelihatan pucat dan panic, dia mencari kesemua ruangan dan mencoba
melihat siapa saja yang ada ditiap-tiap ruangan
“Kakek .”
Jo anna tercekat, sesaat menyadari keadaan kakeknya,
kelihatannya dia sudah tidak terlihat panic seperti pertama kali melangkahkan
kakinya dirumah sakit itu
“Park bilang sakit kakek kumat lagi .”
Jo anna berkata sambil menghampiri kakeknya yang ada
diatas ranjang rumah sakit
Kakeknya tertawa kecil
“Kakek tidak apa-apa, kenapa wajahmu kelihatan panic
sekali ?.”
“Apa aku harus senang saat mendengar kakek lagi-lagi
masuk rumah sakit ?.”
Jo anna keliahtan sedikit marah
“Jangan memperlihatkan ekspresi wajah seperti itu
kepada kakek .,”
“Pasti kakek lupa lagi memakan obatnya, hingga
penyakit kakek lagi-lagi kumat .”
Jo anna mulai mengeluh kesal
“Jo anna .”
Kata kakeknya pelan
“Apa kau bahagiah dengan penikahan nya?.”
Sesaat jo anna terdiam, lalu dia tersenyum kecil
“Tentu saja, iya .”
“Tentu
saja,tidak .”
Kata-kata dari mulut dan hatinya saling berlawanan
“Apa kau sudah bertemu dengan jae min ?.”
Tanya kakeknya lagi
Jo anna menggeleng pelan
“belum, ayah bilang dia masih berada di new york
karena tengah mengurusi soal hwarang resort dan hotel, kabarnya dia sedang
membuat kesepakatan untuk bekerja sama dengan investor asing untuk membuka
lahan resort baru di jepang .”
“Benarkah? Lalu kapan kalian akan bertemu ?.”
Jo anna menggeleng pelan
“untuk
apa bertemu, toh pernikahan itu hanya lah sebuah kesepakatan kerja sama,
setelah menikah bukannya kami bisa membuat kesepakatan untuk tidak mengurusi
urusan masing-masing”
Batin jo anna
“Usahakan untuk bertemu sebelum hari pernikahan
kalian, tidak mungkin kalian menikah jika masing-masing dari kalian sama sekali
belum tahu dengan wajah masing-masing calon pengantinnya .”
Jo anna mengangguk pelan
“Untuk
apa juga khawatir dengan bentuk wajahnya, toh paling-paling dia pria tua yang
sangat mengerikan. Atau pria bodoh yang hanya menginginkan sabagian saham dari taesan
agar bisa masuk ke perusahaan hwarang .
“
Batinnya lagi, lalu dia berusaha untuk mengalihkan
pembicaraan
“Apa paman tidak kemari ? apa presdir tetap
diperusahaan nya saat kakek dirumah sakit? Apa wanita itu juga tidak menjenguk
kakek ?.”
Jo anna terus bertanya kesal kearah kakek nya, sesaat
menyadari kakeknya hanya sendirian diruangan itu
“Pamanmu sedang keluar mencari makan, jangan marah
dengan ayah mu. Mungkin ada urusan yang jauh lebih penting di taesan konstruksi
.”
“Aku benci saat presdir bilang taesan konstruksi jauh
lebih penting dari pada kesehatan kakek .”
Kakeknya kembali tertawa kecil
“Dia ayah mu, kenapa terus memanggilnya presdir ?.”
Tanpa mempedulikan kata-kata kakeknya, dia mencoba
mengalihkn pembicaraan
“Ah…seperinya nyonya muda taesan cukup sibuk
mengurusi soal taesan hospital hingga tidak sempat memperhatikan kesehatan
kakek, bahkan dia hanya mengirim kakek
kerumah sakit taesan tapi sama sekali belum sempat menjenguk kakek. Bukannya
kantor presdir taesan hospital hanya berjarak beberapa meter dari ruangan ini.”
Eluh jo anna sambil meraih buah apel yang ada diatas
meja dan mulai mengupasnya dengan sebilah pisau kupas kecil
“jangan bicara seperti itu tentang ibu mu .”
Sesaat jo anna menghentikan kegiatannya, dia diam sejenak lalu berkata
“Ayah sudah mencampakkan ibu saat aku berusia 5
tahun, sudah lama….sangat lama sekali ibu meninggalkan dunia kita. Dan wanita
itu tetap tidak bisa menggantikan posisi ibu meski bagaimanapun juga. Bahkan
kakek mungkin belum melupakan hal itu .”
Hening….sesaat setelah jo anna mengucapkan kata-kata
itu
Seperti plash back kemasa lalu, jo anna berlarian
dengan wajah panic dan pucat pasi, saat itu dia kerumah sakit bersama nyonya
seo, saat itu seo adalah bibi yang mengasuh nya sekaligus asisten pribadi
ibunya. Dia masih terlalu kecil bahkan dia masih belum begitu mengerti apa-apa,
dia berlarian kecil sama seperti tadi, sesaat mendengar kabar jika kakeknya
sakit. Berbeda dengan waktu itu, ibu nya
yang saat itu mengalami kecelakaan, darah ada dimana-mana, ibunya kelihatan
sangat tidak berdaya. Dokter mencoba untuk menyelamatkan nyawa ibu nya, tapi
tiba-tiba ayah nya berkata.
“Tidak, jangan selamatkan dia. Jangan beri sedikitpun
pertolongan pada wanita itu .”
Nyonya seo menarik pelan tangan jo anna, berusaha
untuk berlindung dibalik tirai kamar rumah sakit. Nyonya seo meminta agar dia
tidak mengeluarkan sedikitpun suara
“tapi tuan .”
“Juga jangan selamatkan pria itu, buat laporan jika
mereka berdua meninggal dalam kecelakaan itu .”
“Tuan .”
“Tapi, nyonya sedang mengandung bayi anda .”
“Apa kalian yakin jika bayi itu bayi ku? Bahkan
mereka mengalami kecelakaan dalam satu mobil, bagaimana mungkin mereka tidak
memiliki hubungan apa-apa !.”
Ayahnya berkata dengan nada yang dingin, jo anna
berusaha untuk mengintip. Ada satu dokter dan satu perawat yang tengah berdiri
dihadapan ibunya, disamping ibunya terdapat seorang pria yang tidak dia kenal,
lalu disamping ayah nya ada seorang gadis muda yang cantik, gadis muda itu terus
menempel pada ayahnya setiap waktu. Dan gadis itu tak lain adalah istri muda
ayahnya saat ini
Nyonya seo menarik tangan jo anna agar segera pergi
dari sana, hanya sebatas itu penggalan memori yang dia miliki tentang ibu nya. Dia tidak percaya
jika ibunya berselingkuh, ibunya pernah berkata ribuan kali padanya setiap kali
dia ingin tidur, ayahnya merupakan cinta pertama ibunya. Bagaimana ayahnya bisa
berkata jika ibunya sudah berani berselingkuh dibelakang ayahnya. Manurut
ingatannya, ayahnya lah sudah berselingkuh dibelakang ibunya, gadis itu sudah
sering datang kerumah mereka dan melukai hati ibunya
“Bahkan kakek tahu, ibu sama sekali tidak bisa
membunuh seekor nyamuk sekalipun.lalu bagaimana ibu bisa digosipkan
berselingkuh dibelakang ayah ?.”
Kata jo anna dengan suara datar dan dingin
“Bahkan kakek tahu,sebelum menikah dengan ibu, ayah
pernah menikahi gadis lain, ayah memiliki seorang anak yang belum diketahui
dimana keberadaannya hingga hari ini dan ayah juga yang membuang wanita dan
anak itu begitu saja .”
Tess….pisau buah itu melukai sedikit tangan jo
anna,meskipun sakit jo anna hanya diam saja
“Anna .”
Kakeknya berkata
pelan, dia mengerti betul penderitaan cucunya, dia juga paham betul
kelakuan putra nya dimasa lalu. Tapi dia sama sekali tidak bisa berkata apa-apa
karena ada banyak bukti yang menyatakan jika menantu kesayangannya dulu
berselingkuh. Tapi dia juga sadar jika saat itu putranya berselingkuh dengan
pegawainya sendiri, dia hanya bisa diam dan berhenti mengurusi soal taesan
sejak kejadian saat itu, bahkan dia mulai sakit-sakitan karena hal itu.
“Jo anna, kapan kau datang ?.”
Seorang laki-laki masuk dari pintu depan dan berkata
dengan wajah riang kearah jo anna
“Ah kenapa paman lama sekali ?.”
Sesaat ekspresi wajah jo anna berubah ceria
“Sepertinya tangan ku terluka saat mengupas buah
apel, aku harus minta alcohol dan plaster kecil untuk menutupi luka ini .”
“Tak ada alcohol dan satu plaster pun yang bisa
menutupi luka ku”
Kata-kata dari mulut dan hatinya saling bertentangan,
dengan sigap jo anna meninggalkan paman dan kakek nya
“Paman, jangan tinggalkan kakek seorang diri. AKu
harus pergi sebentar karena acara peragaan busana di taesan fashion akan
dilaksanakan malam ini juga, jika sudah selesai, aku akan kembali menemani
kakek dirumah sakit.”
“Ah…jangan khawatirkan soal itu .”
--------------------------------------------------
Jo anna menangis
tersedu-sedu seorang diri didalam mobilnya, dia sangat membenci ayahnya, sejak
kecil dia benar-benar sangat membenci ayahnya, bahkan dia sangat membencinya
karena baginya seluruh hidupnya terus diatur oleh ayahnya
--------------------------------------------------
Kalo melihat gambar diatas, siapa yang tidak mengenal cowok ganteng satu ini. Yap-yap...park shi hoo. Yang pantas memerankan karakter min ho saat pertama kali muncul secara tiba-tiba dikepala ku adalah park shi hoo
:)Tapi sayang, uppa satu ini tengah tersandung kasus rumit
ckckckckkck jadi bagaimana nie ?
ckckckckkck jadi bagaimana nie ?
“Eh min ho, apa yang kau lakukan ?.”
Ju won bertanya heran kearah temannya sekaligus
majikannya itu, nadanya kelihatan kesal karena sesaat masuk kedalam kamar temannya itu, dia melihat seorang gadis cantik keluar dari sana
Min ho begitu dia suka memanggil namanya, min ho kelihatan sedang berendam santai didalam bak mandi
Min ho begitu dia suka memanggil namanya, min ho kelihatan sedang berendam santai didalam bak mandi
“APa gadis-gadis itu sudah gila? Mau berhubungan
dengan mu begitu saja, lalu bersedia kau campakkan begitu saja juga ?.”
Hihihihi min ho tertawa pelan
“Toh….para gadis itu yang menginginkannya, kencan
dengan pria hwarang dan rela ditinggalkan begitu saja dengan syarat bisa
mencicipi sedikit saja uang dari hwarang .”
“Aish…aku bisa gila. Kau selalu menilai gadis dari
uang, padahal barangkali mereka benar-benar tulus mencintai mu .”
“Apa kau fikir begitu ?.”
Ju won mengangguk pelan
“Tentu saja “
Min ho mencibir dan berkata
“Para gadis mana ada yang mau menggunakan pakaian
murahan kaki lima dan makan makanan kaki lima saat naik mobil sport dan kencan
dengan seorang putra pemilik group
hwarang ? Mereka pasti lebih memilih
kencan disebuah KV mewah dan menghabiskan waktu berputar-putar dipusat
perbelanjaan besar untuk memilih gaun ataupun barang mewah lainnya, setelah
bosan mereka meminta untuk menari dialtar club kelas atas, lalu setelah mabuk dan puas mereka lebih
memilih tidur disebuah kamar hotel mewah bersama ku untuk menghabiskan malam .”
“Aish….aku bisa gila berdebat dengan mu, ada baiknya
kau benar-benar menikah dengan anak pemilik taesan, dia benar-benar sesuai
dengan karakter mu, berfoya-foya dengan uang milik ayahnya, makan di KV mewah
dan belanja kesana kemari tanpa harus mengganggu kartu kredit gold milik mu,
kencan di sebuah club mewah dan berlanjut diatas kasur hangat hwarang hotel .”
“Apakah dia gadis yang cantik ?.”
Tanpa menghiraukan kata-kata ju won, dia berusaha
menanyakan wajah karakter utama gadis yang harus dinikahinya nanti
“Sulit sekali mencari info tentang gadis itu, yang
ada hanya foto ayah, ibu, ibu muda, paman dan kakeknya saja. Sampai keujung
langit pun aku mencari berita tentangnya terasa sangat sulit sekali, sepertinya
tidak ada satu majalah pun yang bisa meng’ekpos berita dan foto dia. Meskipun
dia pemilik uatama taesan fashion tapi dia selalu berbaur diantara semuanya,
dia bisa menjadi siappun disana agar tak ada satu orang pun yang mengenal dia
.”
“benarkah ? Hm….bukannya itu cukup menarik untuk ukuran
seorang putri pemilik taesan .”
Gumam min ho pelan
“Apa kau sudah mendapatkan tiket pesawatnya ?.”
Tanya min ho lagi tiba-tiba
“Iya, tentu saja sudah .”
“bagus kalau begitu, aku harus segera membersihkan
tubuhku, aroma gadis tadi sedikit menempel disekitar tubuhku .”
Kata min ho dengan nada mengejek sambil meraih sebotol sabun Mandi yang ada disamping nya
Kata min ho dengan nada mengejek sambil meraih sebotol sabun Mandi yang ada disamping nya
“Dasar sial .”
Ju won kelihatan marah, melempari min ho dnegan
handuk kecil
“lemparan yang bagus .”
Min ho menangkap handuk itu dengan sigap
“Ku rasa kau harus segera berkencan dengan gadis jepang
nantinya .”
“Dasar kau
ini.”
---------------------------------------------------------
“Ada apa, ryu uppa ?.”
Jo anna bertanya kepada ryu melalui telepon
sellularnya
“Apa kita bisa bertemu besok malam? Ditempat biasa .”
Jo anna mengernyitkan sedikit dahinya
“Apa ada masalah ?.”
“Tidak, hanya ada sesuatu yang ingin dibicarakan .”
“Hm… .”
“apa kau punya acara besok malam dengan keluarga mu
?.”
Tanya ryu sesaat
“Tidak, aku tidak punya acara .”
Sahut jo anna cepat
“Baiklah, besok malam pukul 8 .”
“Iya.”
“Saranghe .”
Lalu terdengar nada terputus dari ujung sana
Jo anna meletakkan poselnya diatas meja, kemudian
menoleh kearah belakang, park menundukkan kepalanya pelan
“Apa kau yakin dengan apa yang kau lihat kemarin
malam ?.”
“Tentu saja .”
“Apa kau sudah mengeceknya dengan seksama ?.”
“Iya, awalnya saya sempat ragu, karena itu saya mulai
mengikutinya, dan mencoba bertanya dnegan orang-orang disekitar sana. Rupanya
seperti yang saya duga, itu benar-benar dia .”
“dan wanita itu ?.”
“Iya, itu adalah wanita yang sering berada dirumah
nya .”
Jo anna diam sejenak mendengarkan perkataan park
hyung, lalu dia membalikkan tubuhnya, menatap lurus kearah luar jendela
“Acaranya akan segera dimulai, kalau begitu saya akan
segera menyiapkan mobil nona .”
Belum sempat park hyun membalikkan tubuhnya untuk
beranjak pergi dari hadapan jo anna, tiba-tiba jo anna menghentikan langkahnya
dengan berkata
“jangan memanggilku begitu resmi saat berada jauh
dari hadapan keluarga yang lainnya. Jangan bersikap seolah-olah kau benar-benar
bukan bagian dari kami. Meski tak ada yang tahu dan tak ada yang pernah mau
mengakui keberadaan mu, bagaimana pun
juga kau tetaplah hyung dimata ku .”
Park hyun benar-benar tidak bergeming, dia tidak
bekata apa-apa. Yang ada hanyalah kesunyian, lalu jo anna beranjak melangkah
menjahui park hyun, hyun kembali melanjutkan langkah nya, mereka berjalan
dengan fikiran masing-masing menuju kearah yang saling berlawanan
Aduh...aduh....Sumpah kalo bintang untuk mengisi karakter ryu uppa nya, aku harus berfikir dulu deh, siapa sih yang cocok memerankan bintang tamu kali ini?!
To be continue :
You’r not alone 2
Coment :
Pusing……ini kedua kali nya aku membuat cerita part 1
nya, Padahal kemarin cerita part 1 nya terasa begitu sempurnah, karena suatu
hal tanpa sengaja aku menghapus cerita dipart 1 nya tanpa ingat untuk meng’copy
nya. Oh my god, lalu kepala ku menjadi pusing dan mencoba untuk mengingat
bagaimana ide cerita kemarin tiba-tiba muncul, tapi rupanya saat kembali
mencoba menulis kembali part 1 yang hilang….kok ceritanya jadi dramatis seperti
ini ?
AKu berusaha untuk membuat alur ceritanya menjadi
sedih, menyakitkan, ada rasa penasaran yang mendalam tentang bagaimana
kelanjutan cerita di part-part berikutnya
Yang jadi pertanyaan serius, kok park hyun punya
hubungan dengan jo anna? Kakak pula! Terus siapa yang tengah jo anna cari ?
lantas bagaimana dengan pernikahannya nanti ?terus rahasia apa yang ayah dan
ibu tirinya simpan tentang kematian ibunya dimasa silam?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar